Bermanfaatkah Aku?

Satu persoalan yang sewajarnya kita tanyakan pada diri kita, bermanfaatkah kita kepada orang sekeliling kita?

Adakah kita bermanfaat kepada ahli keluarga, jiran tetangga, masyarakat juga Negara?

Saidina Umar RA ketika menjadi khalifah, menghantar utusan ke wilayah-wilayah di luar dari Madinah, antara pesanan beliau: Jadilah kamu, apabila berada di tempat yang tiada pemimpin, kamu seolah-olah pemimpin mereka. Jika kamu dilantik sebagai pemimpin, kamu adalah sebahagian daripada mereka.

Maksudnya, keberadaan kita di tengah-tengah kelompok masyarakat amat dirasai dan bermanfaat sehingga kita seolah-olah menjadi rujukan atau pemimpin mereka. Keberadaan kita dirasai dan bermanfaat.

Rasulullah SAW berpesan bahawa orang yang paling dicintai Allah adalah mereka yang paling bermanfaat kepada orang lain:

عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : “أَحَبُّ النَّاسِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ , وَأَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى سُرُورٌ تُدْخِلُهُ عَلَى مُسْلِمٍ , أَوْ تَكَشِفُ عَنْهُ كُرْبَةً , أَوْ تَقْضِي عَنْهُ دَيْنًا , أَوْ تَطْرُدُ عَنْهُ جُوعًا , وَلأَنْ أَمْشِيَ مَعَ أَخِ فِي حَاجَةٍ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ أَنْ أَعْتَكِفَ فِي هَذَا الْمَسْجِدِ يَعْنِي مَسْجِدَ الْمَدِينَةِ شَهْرًا

Daripada Ibnu ‘Umar, Nabi SAW bersabda, “Manusia yang paling dicintai oleh Allah adalah yang paling memberikan manfaat bagi manusia. Adapun amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah membuat muslim yang lain bahagia, meringankan kesusahan orang lain, membayarkan hutangnya atau menghilangkan rasa laparnya. Seandainya aku berjalan bersama saudaraku untuk memenuhi suatu keperluan, maka hal itu lebih aku cintai daripada iktikaf sebulan di masjid ini iaitu masjid Nabawi di Madinah selama sebulan penuh (HR. Tobarani dalam Al Mu’jam Al Kabir no. 13280, 12: 453). Status: hadis hasan.

Antara amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah membuat orang lain bahagia antaranya dengan cara meringankan kesusahan seseorang, membayarkan hutangnya atau menghilangkan rasa laparnya.

Seorang Muslim yang pergi untuk membantu bagi memenuhi keperluan seseorang, lebih dicintai Allah daripada dia beriktikaf sebulan di masjid Nabawi.

Rasulullah SAW juga bersabda:

خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ

Sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi orang lain. (HR Ibn Hibban No: 2/48)

Menjadi orang yang bermanfaat tidak semestinya memerlukan pengorbanan wang ringgit dan harta. Mengajar ilmu kepada orang lain, berdakwah mengikut kemampuan kita sudah dikira memberi manfaat kepada orang lain. Termasuk memberi sumbangan kepada mereka yang memerlukan.

Setiap sesuatu yang dapat memberi kemudahan, kelegaan atau kebaikan kepada orang lain adalah dikira bermanfaat.

JOM didik diri kita dengan sikap berkorban, empati, kasih sayang, menanamkan sifat kemanusiaan dalam diri dan kerjasama serta bantu membantu dalam kehidupan bermasyarakat. Jika kita ikhlas membantu makhluk lain yang memerlukan bantuan, yakinlah bahawa Allah telah menyediakan ganjaran buat kita dan pada hakikatnya kebaikan kita itu akan kembali kepada kita sebagaimana firman Allah dalam Al Quran:

إِنْ أَحْسَنْتُمْ أَحْسَنْتُمْ لِأَنْفُسِكُمْ وَإِنْ أَسَأْتُمْ فَلَهَا

Maksudnya: jika kamu berbuat kebaikan, (maka faedah) kebaikan yang kamu lakukan adalah untuk diri kamu; dan jika kamu berbuat kejahatan, maka (kesannya yang buruk) berbalik kepada diri kamu juga. (Al-Isra: 7)

Jadilah Muslim yang bermanfaat pada orang lain. Erti Hidup Pada Yang Memberi.

Credit: YB

About the Author

Ramlah

Executive Director
AnsarComp (M) Sdn Bhd

One thought on “Bermanfaatkah Aku?

  1. I completely agree with the message of this blog post. It is important to constantly reflect and question ourselves on whether we are truly benefiting those around us, whether it be our family, neighbors, community, or country. As mentioned, the words of Saidina Umar RA remind us that our presence and actions in society should make a positive impact, and that we should strive to embody the qualities of a leader even if we are not in a formal position of power. This also aligns with the teachings of our beloved Prophet SAW, who emphasized the importance of being the most beloved to Allah through benefiting others. It is heartening to know that even small acts like teaching someone or helping someone in need are considered acts of benefit in the eyes of Allah. Let us all strive to cultivate selflessness, empathy, and cooperation in our daily lives, because, as mentioned, our good deeds will always come back to us. Thank you for sharing this reminder, let us all strive to be Muslims who benefit others in every way possible.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


You may also like these