Maka berdamailah dengan takdir, bertabahlah hati menerima setiap ketentuan, redhalah diri hadapi kenyataan…meskipun sukar, perit, pedih, penat, letih…
Hayati firman Allah swt:
أَعُوذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
{مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ فِي الأرْضِ وَلا فِي أَنْفُسِكُمْ إِلا فِي كِتَابٍ مِنْ قَبْلِ أَنْ نَبْرَأَهَا إِنَّ ذَلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ (22)
لِكَيْ لَا تَأْسَوْا عَلَى مَا فَاتَكُمْ وَلا تَفْرَحُوا بِمَا آتَاكُمْ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ (23) الَّذِينَ يَبْخَلُونَ وَيَأْمُرُونَ النَّاسَ بِالْبُخْلِ وَمَنْ يَتَوَلَّ فَإِنَّ اللَّهَ هُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيدُ (24) }
Maksudnya:
22) Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri, melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuz) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.
23) Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu.
24) Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri, (yaitu) orang-orang yang kikir dan menyuruh manusia berbuat kikir. Dan barang siapa yang berpaling (dari perintah-perintah Allah), maka sesungguhnya Allah Dialah Yang Mahakaya lagi Maha Terpuji.
(Surah Al Hadid: 22-24)
=========
Kesimpulannya:
1) Setiap MUSIBAH yang berlaku adalah takdir yang telah ditetapkan-Nya atas makhluk-Nya sebelum Dia menciptakan semuanya, iaitu sebelum manusia diciptakan…
2) Semua itu MUDAH sekali bagi Allah. Karena sesungguhnya Dia mengetahui apa yang telah terjadi dan apa yang akan terjadi serta apa yang tidak akan terjadi, dan bagaimana akibatnya bila hal itu terjadi.
3) Jadi usahlah berdukacita dengan apa yang hilang
4) Dan jangan pula terlalu gembira dengan apa yang diperolehi sehingga bersikap sombong dan membanggakan diri serta bersifat bakhil. Sifat-sifat ini adalah tercela dan tidak disukai Allah.
(Sumber: Tafsir Ibn Kathir. Mohon rujuk ilmuan tafsir)